Menu

Kenaikan Biaya BPJS Kesehatan Menjadi Masalah

0 Comments


Terdapatnya BPJS Kesehatan menunjukkan banyak warga yang sakit serta ada dari mereka yang perlu terus diobati. Sayangnya, penerimaan BPJS Kesehatan tidak sesuai pengeluaran hingga alami defisit.

Karena itu, pemerintah sudah memutuskan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan berlaku pada 1 Januari 2020 akan datang. Walau banyak yang tidak sepakat dengan kenaikannya, pemerintah Rajapoker yakini kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan punya pengaruh pada service yang akan datang.

“Jika kita lihat, telah 233,5 juta jiwa yang manfaatkan sarana kesehatan. Harusnya kita di sini mengucapkan terima kasih berarti telah ada payung buat warga khususnya PBI. Kan pemerintah memberi 96,8 juta jiwa itu tidak bayar, yang bayar pemerintah,” kata Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek.

Baca juga : SBY Upload Photo Bersama dengan Almarhum Ibunda

“Sebetulnya bukan gratis, tetapi pemerintah keluarkan uang untuk membayarkan mereka. itu juga kurang, karenanya hitungan PBI ditambah oleh pemerintah dari Rp 23 ribu jadi Rp 42 ribu,” sambungnya.

Meskipun begitu, Menkes kembali memperingatkan jika BPJS Kesehatan mengangkat azas gotong royong hingga yang dapat diinginkan untuk membantu mereka yang sedang kesusahan terutamanya di pembiayaan kesehatan.

“Serta yang sehat menolong yang sakit. Dapat pikirkan sekali bersihkan darah ongkosnya mengagumkan sampai dapat dekati contohnya Rp 1 juta. Tetapi kita cuma bayar preminya Rp 23 ribu lho. Hemodialisa satu minggu sekali, satu bulan dapat kali jadi Rp 4 juta. Siapa yang mengongkosi? Ya itu gotong royong barusan,” ujarnya.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *